Dia tidak seburuk itu dan dirinya tidak sebaik apa yang mereka lihat!

September242016

Andai mereka tahu bagaimana rasanya jadi anak yang hidup di keluarga yang broken home!

"Dia orangnya baik kok!"

"Dia lebih baik dari pada ibumu?"

"Ibu mu saja yang tidak bisa mengurus Ayahmu"

"Katanya ibu mu itu kayak gini jadi ayahmu nikah lagi?"

"Bagaimana dengan ibu baru mu apakah dia menyayangi mu?"

"Aku sering lihat kalau ayahmu sering bersama dengan ibu tirimu!"

Ingin sekali aku bilang Stop tolong jangan bahas itu sekarang. Cukup dirumah aja aku ngarasain sakitnya, gak perlu di dunia luar.

Aku tahu aku terlalu lemah dalam menghadapi masalah sekecil apapun, walau pada kenyataannya aku udah ngerasain itu sejak aku bisa mengingat. Aku terlalu sering mendengar pertengkaraan mereka malah menjadi kebutuhan bagi mereka. Aku lebih baik mendengar mereka bertengkar dibanding harus ada orang yang ketiga.

Hidup sebagai anak bungsu bagai hidup jadi anak tunggal. Mungkin bagi kakak-kakak ku mereka sudah lelah hidup dirumah yang panas hingga mereka memilih hidup sendiri. Aku gak tahu apakah dulu kakak-kakak ku lebih sakit atau sudah menjadi makanan mereka. Karna menurut mama dan kakak-kakak ku ayah ku berubah sejak meninggalnya kakak laki-laki. Aku gak pernah ingat dan tahu bagaimana wajah asli kakak ku, selain sebuah lukisan yang di abadikan khusus buat kakak ku. Perbedaan umur antara aku dan kakak ku 4 tahun dan dia meninggal saat umurnya -+8 tahun, berarti saat aku berumur 4 tahun kakak ku sudah meninggal. Jadi selama itu keluarga ku sudah mulai berubah!

Andai mereka para publik tau kalau aku gak bakal bahagia jika ada orang yang masuk dalam kehidupan kami walau bagi publik dia itu baik. Tapi perlu mereka tahu yang menjalani itu aku dan keluargaku. Dia memang baik didepan publik tapi dia terlalu buruk bagi kami.

Dia hanya menyayangi ayah ku, dia terlalu kepo terhadap anggota keluarga kami, dia terlalu mengurusi urusan kami, dia akan marah jika uang yang diberikan ayah lebih besar untuk kami dibanding untuk nya. Padahal kami tidak tuli dan buta, kami tahu uang yang diberikan ayah untuknya lebih besar, dia enak seminggu sekali kepasar sedangkan mama hanya sesekali dalam satu tahun. Dia enak setiap hari jumlah nominal untuknya dibilang cukup, sedangkan mama hanya diberi satu hari 10rbu dan tidak berlaku di hari minggu. Apakah mereka tahu dengan uang 10rbu mama bisa beli beras, ikan, sayur untuk kedua anaknya dan binatang peliharaan mereka, belum lagi tagihan PDAM setiap bulannya, pulsa listrik. Apakah semua itu cukup? Mereka masih mengatakan mama ku lebih jelek dibanding dia? Hehh karna mereka gak jadi seperti mama ku! Mungkin bagi mereka aku bisa sekolah karna ayah ku? Tidak mereka salah! Ayah ku hanya memberi ku uang jajan 10rbu sehari dan tidak berlaku dihari minggu apalagi libur panjang. Lalu seragam sekolah dan keperluan lainnya apakah aku bisa mendapatkannya dari ayahku? Bisa jika aku menangis didepan beliau!

Uang untuk masuk SMP itu hasil dari tabungan ku selama 1 tahun, bisa lulus SMP itu uang dari tabungan ku selama 3 tahun dan itu kurang tapi ada mama yang memberi. Bisa masuk SMA? membeli semua keperluan untuk sekolah itu uang mama!

Lalu apakah aku salah berkerja untuk meringankan beban mama yang umurnya sudah melebihi setengah abad? Aku tahu mama bukan seperti mama ku yang kuat dulu, yang masih bisa membiayai sekolah ku. Karna itu aku mau berkerja agar aku bisa mencapai cita-cita ku, agar aku mampu membayar hasil keringat mama dalam mendorong gerobak. Ya, mama hanya seorang pemulung yang bisa membiayai anak nya sampai SMA. No! Aku tidak malu punya mama seperti beliau tapi aku bangga! Aku akan beritahukan pada dunia kalau aku Yulia bangga punya mama seperti mamaku.

Salahkah Aku? (part 6)

September232016
Orang aneh itu masih memasang senyum liciknya sialnya dia semakin dekat saja dengan ku, ku tak menyerah kaki ku terus mundur namun Ia terus saja maju hingga akhirnya punggung ku menyentuh tembok, "Siall...". senyumnya semakin lebar, "Stop! Jangan mendekat! Pak polisi otak mesum." bukannya mundur ehh hidung mancungnya semakin dekat. "Kalau kau jatuh cinta padaku jangan begini, jangan memperkosa ku otak mesum!" "Hahaa... Apa... [Baca selengkapnya]

Aku itu apa sih dimata dia?

September182016
Orang yang tak pernah mau berteman denganku? Oke, aku tau kok kalau selera orang beda-beda tapi entahlah mereka melihat dari segi yang mana. Aku termasuk orang yang sangat menyukai lingkaran pertemanan yang banyak, karna aku gak suka yang namanya sendirian. Kalau ini sih aku maklumin aja soalnya gak semua orang cocok denganku. Orang yang merasa jijik dan ilfil dengan ku? Hemm terkesan sangat... [Baca selengkapnya]

Katakan Saja Begitu

September152016
Aku pembohong yah? Katakan saja begitu. Jujur aku kangen banget ngoceh disini lagi, dan rasanya yang kemarin itu adalah mimpi buruk. Baru beberapa bulan aku gak update kangennya gak bisa dibendung lagi. Kemarin jujur mood ku buruk banget! Buat ka Nisa bukan itu sebenarnya tapi dari titik itu (hehe paham gak?). Hari ini Alhamdullillah hari yang indah karna itu aku... [Baca selengkapnya]

Ini mungkin yang terakhir

July252016
Assalamualaikum... Ini mungkin terakhir! Keputusan ini diambil tanpa pertimbangan, ya bisa saja saat ini aku ingin mengakhiri nya tapi entahlah esok. Bahasa nya terlalu kaku ya? Mungkin hanya satu orang diantara kalian yang ngerti kenapa postingan ini bisa diterbitkan. "Gagal sebelum berperang." kalimat itu mungkin yang ku alami kemarin kemarin dan detik ini. Aku mau bilang makasih telah ada didunia kedua ku, jujur... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas